Bab 1
Zau

Zau adalah orang yang baik. Dia kuliah di salah satu perguruan tinggi di Jawa Tengah. Dia juga lumayan pintar walau tidak sepintar teman2nya. Dia menyukai kebersihan dan kerapian. Padahal ada beberapa temannya yang tidak seperti itu. Prinsip dia adalah kebersihan itu baik, karena kebersihan sebagian dari iman.

Zau mempunyai banyak sekali website/blog dan seluruh websitenya berisi tentang edukasi, dan kebaikan, karena dia suka berkarya. Dia ingin hidupnya baik, dan bermanfaat, setidaknya untuk dirinya sendiri.

Laptopnya bersih, tidak ada virusnya. Dari pertama kali beli laptopnya tidak pernah diinstall ulang. Karena laptopnya dipergunakan untuk kebaikan. Laptopnya dilindungi dengan sebuah antivirus handal karya orang republic ceko. Setiap ada virus mampir langsung dia bersihkan.

Zau tidak minum kopi, dan juga tidak sering merokok. Ya kadang dia merokok. Dia sadar menjaga kesehatan itu penting. Karena itu adalah karunia yang diberikan oleh sang pencipta.

Zau mempunyai beberapa teman akrab. Mereka semua mempunyai kelebihan masing-masing. 

Dia kuliah dengan semangat. Dia ingin jadi orang yang sukses, dunia dan akhirat.

Minuman favoritnya adalah jus apokat, pocari dan air putih.

Dia punya paham. Rekoso disik, mulyo akhire. Semoga dia jadi orang yang mulia dunia dan akhirat. 

Bersambung.


Bab 2
Perang melawan apa?

Zau lumayan ahli dalam bidang website. Dengan hanya menekan keyboard laptopnya dengan beberapa gerakan dia bisa mengisi websitenya dengan ratusan, ribuah atau bahkan mungkin jutaan konten yang baik, atau kebaikan. Dia menggunakan software yang dia beli dari America.

Dia mempunyai seorang musuh, namanya simfai. Sinfai adalah sebuah ruh yang keluar dari sebuah novel. Dia adalah orang yang suka minum kopi. Si simfai ini sudah lama menghilang. Tapi pengaruhnya masih mengganngu Zau. Ada yang mengtakan Sinfai kembali masuk novel dan menikah dengan zakiyah nurmala dalam tetralogi keempat. 

Sedangkah zau adalah sebuah ruh positif yang keluar dari sebuah alamat email gmail milik seorang biasa yang bukan seorang kiayi, pendekar, atau apapun yang hebat-hebat. Pokoknya orang biasa. 

Zau tidak terlalu pintar, karena fokusnya bukan pada ilmu, tapi pada karya dan kepribadian.

Hidup zau seperti selalu dalam keadaan berperang. Tapi dia tidak tahu perang melawan apa. Rasanya desanya seperti dijajah kopi. Dia ingin membersihkan desanya dari pengaruh kopi. Dia juga ingin memerangi saru dan kata-kata saru dan kata-kata tidak baik. Walaupun musuhnya telah menghilang. Zau masih punya beberapa musuh. 
Bersambung.


Bab 3
Ke Solo dan Ke Jogjakarta

Hari itu kepulangan ibu dari umroh bersama kakak. Zau Sekeluarga berencana menjemput ibu di Babdara Solo. Kami sekeluarga pagi-pagi langsung menuju ke bandara solo. Kami sampai disana siang sekitar jam setengah 12. Tidak lama kemudian kami bertemu dengan ibu dan kakak kami. 

Singkat cerita dari solo kami langsung pulang ke rumah kakak di jogja. Hari sudah sore. Kami belom sholat. Kami mencari masjid di pinggir jalan untuk menunaikan solat ashar. Kami mencari-cari masjid tapi tidak juga ketemu. Kemudian kakak kami bilang, Iki angger lurus, engko ono mesjid gede. Kemudian kami melihatnya, oh ya benar. 

Masjid iki? Kayae aku wes tau rene, emboh ngimpi mboh tenan Kemudian kami sholat, Selesai solat, saya pengen melihat tulisan masjid itu di depan masjid. Saya mencari sandal saya. Aku langsung menuju ke depan masjid dewe. Trus tak delok tulisane. Masjid Baitul Muttaqin. Wah bener, aku wes pernah rene. 

Setelah selesai sholat, kami langsung menuju Jogjakarta.


Bab 4
Kekuatan yang hilang

Dia adalah orang yang mata dan telinganya gembrebek mendengar dan melihat keadaan dunia. Dia sering merasa sedih ketika mendengar dan melihat apa saja. Gak tahu kenapa.

Tapi dia punya kekuatan. Ketika dia sedih, dia suka melihat gambar gerhana matahari di hp atau laptopnya. Dengan melihat gerhana matahari dia dapat inspirasi, matahari saja yang sinarnya menyala-nyala dapat tertutup oleh bulan yang menjadikannya gelap. Dia juga mendapatkan kekuatan dari singa dan harimau. Dengan melihat gambar singa dan harimau. Dia merasa kuat karena mendapatkan energi positif dari mereka. 

Tapi semua kekuatan itu sudah menghilang. Matahari di kotanya sudah hangus kebakaran. Singa dan harimaupun sudah tidak dapat menginspirasinya. Gambar siung macan pun kini hanya seperti sebuah gigi yang copot.


Bab 5
Aku Ingin Membaca


Bab 6
Teman-teman Zau

Zau mempunyai banyak teman yang baik. Diantaranya adalah Zw. Zw adalah teman kerja Zau. Dia orang yang baik. Dia adalah orang yang rajin mandi. Dia mandi setiap pagi dan sore. Dia sering membersihkan tempat kerjanya bersama dengan zau. 

Teman zau yang kedua adalah Pak kaji. Dia orang yang baik. Semoga dia akan masuk surga bersama dengan zau.

Teman zau yang ketiga adalah Jawara kauman. Dia orang yang sangat pintar. Walau kadang omongannya gatholoco, sebenarnya dia adalah orang yang baik. 

Mereka (zau beserta seluruh temannya) akan menjaga kebersihan , keamanan, dan ketentraman desanya. Zau beserta temannya ingin desanya maju dan damai.


Bab 7
Akhir yang bahagia

Karena jerih payah zau beserta temannya, akhirnya desanya kembali bersih. Sangat jarang ada kemaksiatan di desanya. Desanya menjadi aman dan tentram.

Semoga Zau dan seluruh teman-temannya, baik teman di sekolah, maupun teman kerja adalah ahli surga. Semoga mereka akan dimasukkan kedalam surga bersama orang-orang salih dan bertaqwa. Amin


Kesimpulan
Ini awal tulisan ku yang baik. Tulisan untuk melawan tulisan data lama yang gak benar.

Ditulis oleh Moh. Izzuddin
Kudus, 17 November 2017